Selasa, 20 Februari 2018

A Meet

Menurutmu, apa arti sebuah pertemuan? Apakah itu sebuah interaksi antara satu orang dengan orang lainnya? Atau mungkin sebuah obrolan, perbincangan yang dilengkapi dengan tatap muka? Sebut saja semua definisi itu benar. Tapi, aku punya definisi sendiri. Bagiku, pertemuan adalah saat dimana sebuah momen terjadi. 'Momen' yang kumaksud adalah momen yang memang tak akan bisa dilupakan. Jadi, pertemuan, bagiku, adalah sesuatu hal yang menyenangkan, sekaligus mengerikan. Karena apapun momen yang kita buat, terkadang kita tak sanggup mengakhirinya.

Sooo...here i want to share my story about last month. Sebulan yang lalu, aku bahagia. Aku senang, aku tertawa, aku hangat, bukan hanya raga ini, tapi juga perasaanku. Sungguh, jika kali ini aku tidak sedang berada di tempat ini, aku tak akan segan untuk menangis. Aku rapuh, aku tidak bisa beranjak dari kenangan manis itu. Meskipun kini tempat itu sudah berganti orang dari hari ke hari, tapi aku bisa melihat segala yang kita lewati disana.

Sebut saja aku berlebihan. Aku tidak pernah tahu rasanya mereka yang menjalani LDR begitu lebay. Aku tidak tahu mengapa. Tapi kini aku tahu, aku mengerti, bahwa setiap orang memiliki momennya masing-masing. Dan aku, di kota yang orang bilang "Tuhan, menciptakan Bandung ketika tersenyum", aku telah membuat momenku sendiri. Sesuatu yang aku tidak yakin orang lain mengalami hal yang sama.

Tulisan ini akan berlanjut dengan melankolisme yang ada di sepanjang hariku. Karena percaya atau tidak, i'm not as strong as everybody see.


Wish you have your moment, in the right time, with the right man.