Selasa, 06 Oktober 2015

Apa ya?

Hari ini hari Selasa, tanggal 06 bulan Oktober tahun 2015. Pernah dengar kata-kata seperti ini?


"Kita jadi takut merasakan bahagia karena kalau terlalu bahagia, suatu saat semua itu bisa hilang dan menjadikan kita hampa".

Entah mengapa, aku merasa benar adanya dengan quote tersebut. Suatu waktu aku sedang merasa bahagia, teramat bahagia. Sampai aku menceritakan semua kebahagiaanku pada orang lain. Aku ingin mereka tahu bahwa akulah orang paling bahagia di dunia. Aku tertawa lepas sekali, tak peduli entah sedetik kemudian apakah aku akan menangis? Menangis bahagia. Exactly. 

Malam ini langit tenang. Tapi tak setenang jiwaku. Aku sudah memohon kepada sang kuasa agar dijauhkan dari satu hal pun yang akan merusak kebahagiaanku hari ini, Aku memohon agar aku diizinkan berbahagia cukup untuk hari ini. Tak akan kusia-siakan kesempatan yang ada. Tak akan ku biarkan hal sekecil apapun merusak kebahagiaanku. Tapi Ia tak mengizinkanku memiliki segenap kebahagiaan itu hari ini. Aku yakin Ia akan memberikannya di lain waktu. 

Hari ini manis sekali. Andaikata ada permen yang sangat manis, maka kebahagiaanku hari ini paling manis diantara permen itu. Tak akan ku biarkan hari ini seperti hari pada tahun yang lalu. Saat semua orang harusnya berbahagia, meniup lilin, dan saling mendo'akan, hari itu aku hanya menangis sangat sakit. Dan hari ini, sudah aku tekadkan bahwa takkan aku biarkan keegoisan atau seucap pun kata dari mulutku membuat ku menangis (lagi) di hari paling manis, Tapi tekad hanyalah tekad, perbuatan tak selalu sama dengan niat awal. 

Entah apa yang aku tangisi. Aku bahagia. Aku terharu. Aku sangat sangat berterima kasih padaNya. Aku tak pernah menyadari begitu banyak orang yang menyayangiku, betapa beruntungnya aku dikelilingi oleh orang-orang hebat. Tak mau kubasahi pelupuk mata ini, tak mau kusembabi mata ini, dan tak mau aku mengecewakan mereka yang menyayangiku, Tapi kebahagiaan ini sungguh tak tertahankan, kesedihan ini sungguh tak bisa dibedakan. Oh,,,Allah, semoga pemahaman-pemahaman baik itu datang. Tidak peduli sesederhana apapun itu, sepanjang dibungkus dengan pemahaman-pemahaman yang baik, tetap akan terasa spesial.

Aku ingin tak seorang pun tahu bahwa aku menangis bukan hanya karena terlalu bahagia. Biarlah, agar keegoisan itu hilang perlahan. Sudah terlalu egois aku selama ini. Sudah terlalu tak peduli aku selama ini. Hingga diriku lah yang membuat semua tekad itu lenyap, Habis, Membuat semua rancangan hati gagal. Betapa bodohnya diriku. Betapa tak baiknya diriku. Bahkan bagi diri sendiri pun aku malah membuatnya sakit. 

Hari ini hari Selasa, tanggal 06 bulan Oktober tahun 2015. Aku berharap hari ini tak seperti tahun lalu. Dan harapanku tercapai, namun tak sesempurna angan hatiku. Tak apa, aku mengerti, kebahagiaan tak perlu selamanya bahagia, tapi ada yang dibungkus oleh kesedihan, bisa di ujung di tengah atau di awal. Aku tetap bersyukur atas nikmat-Mu ya Rabb, telah Engkau titipkan aku pada orang-orang hebat di dunia, Aku yakin, bersama mereka adalah sebuah keberuntungan. Maka, berilah mereka kebahagiaan yang lebih dariku atas apa yang telah mereka lakukan padaku,

Hari ini hari Selasa, tanggal 06 bulan Oktober tahun 2015. Besok hari Rabu, tanggal 07 Oktober tahun 2015. Maka berakhirlah semua rangkaian kebahagiaan ini. Tapi itu tak benar, kebahagiaan selalu ada bahkan disaat kita tersenyum sekalipun, Ya tersenyum saat chat dengan doi misalnya. Eh, bagi yang punya. HEHE. Jangan lupa bahagia, jangan lupa untuk tidak terlalu bahagia. Karena segala yang terlalu itu tidak baik. ( Apasih basi )

PS: Sebagian quote diambil dari novel Remember When dan nove Berjuta Rasanya. Terima kasih novel :)


Hujan kecil-Nfa

Senin, 05 Oktober 2015

Akhirnya, setelah beberapa bulan rehat dari blog ini, aku memiliki kesempatan untuk menyapa pengunjung blog ini (emang ada?). Akhir-akhir ini hujan turun ya? Hal ini mengingatkanku pada kejadian 2 tahun lalu. Bukan apa-apa, aku senang karena bisa mencium bau tanah yang ditimpa hujan. Sangat khas. 

Malam ini aku sedang melihat tumblr dan menemukan sebuah quote yang sangat pas dengan apa yang aku lakukan dan rasakan akhir-akhir ini. Entah karena keseringan membaca novel atau bagaimana. Yang penting, aku bisa merasakan bahwa quote ini benar adanya. 

" Aku, Kamu, dan Sajak-Sajak Patahku
Kamu tau apa alasanku selalu ber-sajak untukmu? 
karena Tulisanku adalah satu-satunya media ketika tanganku tak sanggup lagi memelukmu.." (Via mbeeeer)

Tak ada maksud apa-apa mengapa aku menuliskannya disini. Tapi aku hanya berharap seseorang tahu bahwa aku terlalu ingin bertemu dengannya untuk melepas rindu yang tertahan. 

Semoga pemahaman baik itu datang. Bahwa semua pengalaman cinta dan perasaan adalah spesial. Sama spesialnya dengan milik kita. Tidak peduli sesederhana apa pun itu, selama dibungkus dengan pemahaman-pemahaman yang baik. (Dikutip dari novel: Berjuta Rasanya karya Tere Liye)

Sebenarnya aku bingung, apa hubungannya antara quote pertama dan terakhir? Entahlah, coba Anda tanyakan pada rumput yang bergoyang. Hehe. Selamat Malam.


Hujan kecil, Nfa

Minggu, 28 Juni 2015

Malam ini terasa beda. Entah mengapa. Keyboard laptop ini memanggilku agar aku menuliskan sebuah cerita cerita kecil untuk menghiasi blog kusam ini. Tapi inspirasi tak sedikit pun menghampiri pikiran ini. Aktivitas ku akhir-akhir ini begitu-begitu saja. Sahur, tidur, bangun, cek semua sosmed, tidur, bangun, buka puasa, dan tak lupa shalat di setiap waktunya. Membosankan.

Aku tak tahu, entah mengapa akhir-akhir ini sering berkhayal. Bagaimana jika? How if..? Membayangkan segala hal yang seharusnya memang terjadi kalau aku memiliki keberanian yang cukup untuk menyapa orang-orang, lantas kita akrab, dan membuat sebuah pertemuan kecil. Untungnya bukan hal negatif yang ku bayangkan. Jika itu yang terjadi, masa lalu itu akan terulang lagi.

Jadi sebenarnya apa yang akan ku ceritakan sekarang? Aku pun tak tahu.

Oh iya, tadi siang aku baru mengecek kembali akun Facebook ku yang memang hampir satu tahun tak pernah ku sentuh. Membaca kembali chat yang pernah ku lakukan dulu memang menggelikan. Banyak yang mendekati tapi tak ku hiraukan. Karena dulu aku berpikir apa pentingnya mereka. Berbeda dengan sekarang. Mungkin aku sedang mengalami fase dimana "Bunga-bunga cinta bertebaran" (iklan) dan aku tak mau melewatkannya. Kadang, selalu terbesit di hati ini, kenapa aku gak kayak orang lain yang bisa dengan mudah ngegebet cowok, peka, deket, jadian, putus, galau. Fase nya gitu aja sih. Kalau ngumpul pasti selalu ada yang mereka ceritakan, sesi curhat, aku ya cuma kebagian mendengarkan. Oke, itu cukup buat nambah pengetahuan ku kalau nanti aku juga mengalami fase tersebut (sisi positif yang ku ambil).

Kembali melihat foto-foto ku dulu. Yang kunamai itu fase Alay. Tiap orang yang punya facebook pasti pernah mengalaminya. Hehe. Merapihkan kembali beranda facebook cukup menguras waktu sebenarnya, tapi seru untuk mengingat kembali bagaimana aku dahulu.

Sesudah facebook, aku pun mengecek akun Tumblr ku yang sudah lama tak ku sentuh pula. Betapa sibuknya aku selama ini. Hehe. Oke, aku tahu bercuap-cuap ria ini tak penting. Tak apalah, siapa pula yang ingin mengunjungi blog (mati) ku. Ku sudahi cuapan ria hari ini, sudah tak ada yang perlu aku tuliskan bukan? Hehe. 


Hujan kecil-Nfa

NO TITLE


Hari ini hari Minggu. Langit cerah sekali hari ini. Cuaca sangat bagus untuk berlibur atau sekedar melupakan kejenuhan yang biasa ku jalani. Aku tak akan menceritakan tentang apa planning ku di liburan kali ini. Aku hanya ingin sekedar berbagi tentang beberapa pengalaman yang ku alami akhir-akhir ini. Walau orang bilang jangan flashback biar gak move back, tapi entahlah, aku yakin dengan berjalannya waktu, aku kan lupa dengan semua itu.

Aku sudah vakum untuk menulis setelah sekitar 1 tahun, walau terakhir aku menulis adalah waktu pensi semester 3. Banyak alasan mengapa aku vakum. Aku tidak hanya sedang tertarik dengan dunia lain selain dunia menulis. Tapi kegiatan di kelas XI ini juga membuatku rehat dari dunia menulis. Karena melihat adikku yang sedang menyukai fotografi pada pensi kemarin, aku jadi tertarik. Melihatnya mengatur lensa, lighting, hingga objek nya. Selain itu, karena sedang booming nya fotografi di sosial media bernama Instagram lah yang membuatku juga beralih dari dunia buku ke dunia lensa.

Aku akui tak punya banyak modal dan tak handal seperti kebanyakan fotografer lain. Aku hanya seorang gadis biasa yang mencoba mengambil objek dan mengatur efek nya. Aku tahu teman-teman ku banyak yang lebih bermodal daripada ku. Tapi, menurutku semua tergantung pada bagaimana kemampuan kita. Ah, sudahlah, bukan itu yang akan ku ceritakan kali ini.

Beberapa bulan yang lalu, semua orang sedang diboomingkan dengan aplikasi baru bernama 'SECRET'. Jujur, lebih banyak hal negatif yang aku dapat dari aplikasi itu, tapi aku menjadikan semuanya sebagai bahan pembelajaran dan mengubahnya menjadi hal positif. Aku menjadi tahu bagaimana orang-orang di sekitarku, bagaimana sebenarnya manusia itu, membuka pikiran ku dan membuatku selalu terkejut dengan apa yang baru ku tahu. Pokoknya, aku tak tahu harus berkata apa tentang aplikasi ini. Sangat menghibur dengan cerita-cerita yang pengguna nya bagikan. Terkadang, karena membaca nya aku jadi terinspirasi untuk menulis sebuah cerpen, tapi tak pernah terpenuhi. Terkadang, cerita-cerita itu membuatku takut akan luasnya dunia, bagaimana aku harus bertemu dengan orang-orang baru setelah lulus sekolah, tapi juga membuatku termotivasi untuk segera lulus secepatnya dari sekolah.

Dari aplikasi itu, aku menemukan banyak orang dengan berbagai tipe, mulai dari dekat-jauh, tak acuh-perhatian, gokil, open minded, cogan, dan menerima ku apa adanya. Aku sudah 2x join grup LINE dan kami bertemu dari berbagai daerah, semuanya membuatku tahu karakter mereka masing-masing. Kami sempat mengadakan meet up, tapi sayangnya aku tak bisa hadir bertemu dengan orang-orang baru tersebut.

Sudah banyak stranger yang bertukar informasi dengan ku, sekedar chat mengatasi kebosanan, bahkan tak sedikit dari mereka yang membuat ku "baper" (hal ini sangat jarang untukku yang memang cuek). Tapi kebanyakan dari mereka lost contact dan aku tak peduli. Suatu waktu, ada kabar bahwa aplikasi Secret akan ditutup. Aku kecewa, sungguh. Karena bagi ku itu adalah tempat dimana aku bisa meluapkan segala perasaanku. Terlebih, tak akan ada lagi orang-orang baru yang akan ku temui. Tapi, sebelum aplikasi itu ditutup, aku bertemu stranger. Dia memberi tahu ku kalau dia berasal dari luar kota Bandung,dia berasal Bogor tepatnya. Kami sudah chat di Secret sekitar 4 hari, dan setelah tahu kabar Secret akan ditutup, aku pun gamang. Aku meminta Id LINE nya, namun ia hanya memberiku nomor Whatsapp nya, baik aku terima. Dan dari sanalah kita sering bertuka cerita. Ku lihat percakapan kita, sudah hampir 2 minggu, dan itu bukanlah waktu yang sebentar menurutku. Kadang kita saling berkirim vn, namun tak pernah sampai malam kita mengobrol. Hanya sampai jam 8, kadang aku kesal sendiri karena ia selalu meninggalkanku tidur duluan. Aku sudah tau bagaimana kebiasaan dia, dia juga sudah tau bagaimana kebiasaan ku. Terkadang dia curhat padaku, bagaimana galau nya dia ketika ditolak cinta oleh gebetan nya, aku yang mendengarkan nya memberinya semangat agar tak terlalu terpuruk, padahal aku sendiri merasakan yang namanya nyesek saat itu. Sudah ku duga kalau aku memang bukan satu-satunya baginya. Aku mulai terbiasa dengan hal itu, dan selalu menganggap kalau aku dengannya takkan bisa bersatu. Karena ia juga tak mau menjalin hubungan jarak jauh. Aku pahami, aku belum pernah berpacaran, apalagi jarak jauh seperti ini. Aku mulai menganggapnya hanya sebagai teman, ia pun begitu. Karena kami beda satu tahun, jadilah ia memanggilku kakak dan adik. Haha, aku tak tahu harus memanggilnya apa. Uniknya, aku dengannya belum pernah melihat rupa aslinya satu sama lain, lewat foto pun tidak. Awalnya aku penasaran, tapi yang penting aku nyaman bersamanya. Aku takut jika ia berniat jahat atau semacamnya seperti yang diberitakan di televisi, tapi ia berjanji tak kan berniat seperti itu. Aku beruntung.

Masih ada yang ingin ku ceritakan disini. Masih ada seseorang yang ingin ku ceritakan. Tapi sepertinya itu tak mungkin. Aku hanya tak mau orang tersebut malah membaca postingan ini. Yang penting sekarang aku sudah mulai melupakan orang tersebut dan memfokuskannya hanya pada satu orang. Karena, satu itu menggenapkan, tapi dua menghancurkan. Aku tahu takkan mudah melupakan seseorang, tapi seiring berjalannya waktu aku pasti lupa, meskipun nanti kan ku ingat dia kembali, aku tahu dia bukan lagi untuk ku perjuangkan. Yakalee pejuang cinta. Hmmm...

Lagi melankolis kok jadi puitis ya? Tak apa, aku rindu bercuap-cuap ria seperti ini. Hehe.


Hujan kecil, Nfa