Aku sudah vakum untuk menulis setelah sekitar 1 tahun, walau terakhir aku menulis adalah waktu pensi semester 3. Banyak alasan mengapa aku vakum. Aku tidak hanya sedang tertarik dengan dunia lain selain dunia menulis. Tapi kegiatan di kelas XI ini juga membuatku rehat dari dunia menulis. Karena melihat adikku yang sedang menyukai fotografi pada pensi kemarin, aku jadi tertarik. Melihatnya mengatur lensa, lighting, hingga objek nya. Selain itu, karena sedang booming nya fotografi di sosial media bernama Instagram lah yang membuatku juga beralih dari dunia buku ke dunia lensa.
Aku akui tak punya banyak modal dan tak handal seperti kebanyakan fotografer lain. Aku hanya seorang gadis biasa yang mencoba mengambil objek dan mengatur efek nya. Aku tahu teman-teman ku banyak yang lebih bermodal daripada ku. Tapi, menurutku semua tergantung pada bagaimana kemampuan kita. Ah, sudahlah, bukan itu yang akan ku ceritakan kali ini.
Beberapa bulan yang lalu, semua orang sedang diboomingkan dengan aplikasi baru bernama 'SECRET'. Jujur, lebih banyak hal negatif yang aku dapat dari aplikasi itu, tapi aku menjadikan semuanya sebagai bahan pembelajaran dan mengubahnya menjadi hal positif. Aku menjadi tahu bagaimana orang-orang di sekitarku, bagaimana sebenarnya manusia itu, membuka pikiran ku dan membuatku selalu terkejut dengan apa yang baru ku tahu. Pokoknya, aku tak tahu harus berkata apa tentang aplikasi ini. Sangat menghibur dengan cerita-cerita yang pengguna nya bagikan. Terkadang, karena membaca nya aku jadi terinspirasi untuk menulis sebuah cerpen, tapi tak pernah terpenuhi. Terkadang, cerita-cerita itu membuatku takut akan luasnya dunia, bagaimana aku harus bertemu dengan orang-orang baru setelah lulus sekolah, tapi juga membuatku termotivasi untuk segera lulus secepatnya dari sekolah.
Dari aplikasi itu, aku menemukan banyak orang dengan berbagai tipe, mulai dari dekat-jauh, tak acuh-perhatian, gokil, open minded, cogan, dan menerima ku apa adanya. Aku sudah 2x join grup LINE dan kami bertemu dari berbagai daerah, semuanya membuatku tahu karakter mereka masing-masing. Kami sempat mengadakan meet up, tapi sayangnya aku tak bisa hadir bertemu dengan orang-orang baru tersebut.
Sudah banyak stranger yang bertukar informasi dengan ku, sekedar chat mengatasi kebosanan, bahkan tak sedikit dari mereka yang membuat ku "baper" (hal ini sangat jarang untukku yang memang cuek). Tapi kebanyakan dari mereka lost contact dan aku tak peduli. Suatu waktu, ada kabar bahwa aplikasi Secret akan ditutup. Aku kecewa, sungguh. Karena bagi ku itu adalah tempat dimana aku bisa meluapkan segala perasaanku. Terlebih, tak akan ada lagi orang-orang baru yang akan ku temui. Tapi, sebelum aplikasi itu ditutup, aku bertemu stranger. Dia memberi tahu ku kalau dia berasal dari luar kota Bandung,dia berasal Bogor tepatnya. Kami sudah chat di Secret sekitar 4 hari, dan setelah tahu kabar Secret akan ditutup, aku pun gamang. Aku meminta Id LINE nya, namun ia hanya memberiku nomor Whatsapp nya, baik aku terima. Dan dari sanalah kita sering bertuka cerita. Ku lihat percakapan kita, sudah hampir 2 minggu, dan itu bukanlah waktu yang sebentar menurutku. Kadang kita saling berkirim vn, namun tak pernah sampai malam kita mengobrol. Hanya sampai jam 8, kadang aku kesal sendiri karena ia selalu meninggalkanku tidur duluan. Aku sudah tau bagaimana kebiasaan dia, dia juga sudah tau bagaimana kebiasaan ku. Terkadang dia curhat padaku, bagaimana galau nya dia ketika ditolak cinta oleh gebetan nya, aku yang mendengarkan nya memberinya semangat agar tak terlalu terpuruk, padahal aku sendiri merasakan yang namanya nyesek saat itu. Sudah ku duga kalau aku memang bukan satu-satunya baginya. Aku mulai terbiasa dengan hal itu, dan selalu menganggap kalau aku dengannya takkan bisa bersatu. Karena ia juga tak mau menjalin hubungan jarak jauh. Aku pahami, aku belum pernah berpacaran, apalagi jarak jauh seperti ini. Aku mulai menganggapnya hanya sebagai teman, ia pun begitu. Karena kami beda satu tahun, jadilah ia memanggilku kakak dan adik. Haha, aku tak tahu harus memanggilnya apa. Uniknya, aku dengannya belum pernah melihat rupa aslinya satu sama lain, lewat foto pun tidak. Awalnya aku penasaran, tapi yang penting aku nyaman bersamanya. Aku takut jika ia berniat jahat atau semacamnya seperti yang diberitakan di televisi, tapi ia berjanji tak kan berniat seperti itu. Aku beruntung.
Masih ada yang ingin ku ceritakan disini. Masih ada seseorang yang ingin ku ceritakan. Tapi sepertinya itu tak mungkin. Aku hanya tak mau orang tersebut malah membaca postingan ini. Yang penting sekarang aku sudah mulai melupakan orang tersebut dan memfokuskannya hanya pada satu orang. Karena, satu itu menggenapkan, tapi dua menghancurkan. Aku tahu takkan mudah melupakan seseorang, tapi seiring berjalannya waktu aku pasti lupa, meskipun nanti kan ku ingat dia kembali, aku tahu dia bukan lagi untuk ku perjuangkan. Yakalee pejuang cinta. Hmmm...
Lagi melankolis kok jadi puitis ya? Tak apa, aku rindu bercuap-cuap ria seperti ini. Hehe.
Hujan kecil, Nfa
Tidak ada komentar:
Posting Komentar