Rabu, 12 Juni 2013

Love In Music


“Boga kabogoh jauh. Mentas laut leuweung gunung. Tapi apel teu bingung. Cukup halo na telepon”. Suara merdu dari group vocal The Borokokok terdengar hingga ke luar ruangan.
“Ambil nada anak-anak”, kata Pa Johan Sebastian Bach. Itu tuh, komponis klasik. Masa gak tau sih? Kepo!
Anak-anak pun mengambil nada. *Dimana diambilnya? Di Arab!* -_-
Setelah selesai berlatih, anak-anak pun istirahat.
Coba aja kalau ada dia,pasti lancar latihannya!  Pikirku.
“Woy!”, seseorang mengagetkanku.
“Eh, kamu. Mau apa kesini?”
“Enggak.Lagi mikirin apa nih?”
“Mikirin lomba aja”
“Oh..kirain mikirin someone”
“Emangnya someone like you apa?”
“Hehe..Eh, tau nggaK?”
“Tau apa?”
“Nanti yang bakalan ngiringin group vocal kita siapa ya?”
“Oh..iya yah. Kamu tenang aja. Paling juga Pak Johan”
“Hmm..ya udah. Aku kesana dulu deh”
“Okee!”
Setelah beberapa minggu, lomba yang dinantikan pun tiba. Aku dan teman-teman memakai gaun kebaya yang indah dan cantik *Emang mau nikah ya Bu?*. Begitu pun dengan Pak Johan yang udah ganteng siap melihat penampilan anak didiknya.
“Oh..iya. Yang ngiringin kalian nanti siapa?”
“Lho..kok malah nanya? Bukannya Bapak udah nyiapin orang buat ngiringin kita?”
“Belum.” *mukadatar*
Mereka pun jadi bingung. Tiba-tiba… *jengjeng*
“Oh..iya! Bapak inget! Kalau Bapak punya anak didik. Dan dia jago ngegitar. Kalian setuju nggak kalau dia yang ngiringinnya?”
“Terserah Bapak aja. Kita setuju-setuju aja kok”
Pak Johan langsung menekan beberapa tombol HP nya.
Tut…tut… suara HP pak Johan berbunyi. *Kayaknyalebihmiripsuarakeretaapideh*
“Iya..Halo..?” suara dari seberang terdengar
“Ini dengan Vidi?”
“Iya. Ini dengan siapa?”
“Ini dengan Bapak,Di. Kamu bisa gak kesini sekarang, buat ngiringin adik-adik kamu. Acaranya udah mau mulai nih.  Kalau bisa, cepetan ya!”
“Iya pak, sekarang juga saya kesana!” (Duh, gimana nih, gue belum mandi, tapi gak papa lah, mereka gak bakalan tau kok) *mereka gak bakalan tau kalau Lo pake parfum nyongnyong sebotol*
Dengan semangat 45 walaupun gak mandi kayak kebo ijo dan Setelah pake minyak nyong nyong sebotol, Vidi Albino pun meluncur ke tempat perlombaan.
Setelah Vidi Albino  sampai.
“Din, kamu tau itu siapa?”, tanyaku
“Oh..itu yang namanya Vidi Albino. Kakak kelas kita dulu”, jelas Dina
“Hah? Albino? Muka putih aja nggak?”
“Yaa nggak tau deh! Mending sekarang kita ikut latihan dulu yuk! Sebentar lagi kan tampil!”
“Ayoo!”
Aku dan Dina pun mengikuti latihan seperti biasanya. Semula, semua seperti biasa saja. Kami tampil dengan maksimal, dan Alhamdulillah masuk ke Grand Final. *EmangnyaKontesKDIya, Bu?*. Tentunya, yang selalu mengiringi kami bernyanyi adalah Kak Vidi Albino. Menurutku, dia baik, *ganteng?* nggak, biasa aja tuh!, *jagongegitar?* So pasti!, *tajir?* nggak terlalu sih!, *pinter?* Ya iyalah, dia kan pinter ngegitar!. Ah, kenapa jadi ngomongin dia sih? Temen aja bukan!
“Hey!”, seseorang mengagetkan lamunanku ketika sedang istirahat latihan.
“Eh, kakak! Ada apa kak, tumben kesini?”
“Nggak, cuman pengen kenalan aja. Gak boleh ya?”
“Boleh kok J
“Oh..Nama kamu siapa sih?”
“Via” *perasaan dia udah tau nama gue deh,sob! Kok nanya lagi ya? Ah,pasti modus!*
“Oh..nih no kakak, kalau mau di save aja ya! Siapa tau kamu butuh”
“Iya kak, makasih. Pasti di save kok”
“Ok! Kakak kesana dulu ya, mau bantu Pak Johan”
“Iya..silahkan Kak!”
Nih anak SKSD banget sih. KePeDean banget! Pake acara ngasih nomor hape segala, akrab aja belum! -_- Tapi, gapapa lah,nambah temen.
“Anak-anak, kita latihan lagi yuk!” Ajak Pak Johan
Aku dan teman-teman yang lainnya pun latihan lagi seperti biasa.
Sekarang, di tanggal 11 Januari, di hari yang sepi, dan di hati yang sepi, hape juga sepi, FaceBook sepi, dan segala sepi. *KemanaYangLainnyaNeng? Mati ya?* -_- Tiba-tiba…
Not..not…toet.. nada dering sms ku berbunyi *Nada Dering atau Suara Piano rusak ya?*-_-
Aku pun membacanya. Tau gak? Saat itu, perasaan ku senenggg bangeeet! Akhitnya ada yang sms juga.
Pas dibuka… *Dari Operator Ya?*. Nggak! Ini bukan dari operatos,sob! Ini dari Vidi Albino, yang nggak tau deh, sekarang aku jadi lebih sering memikirkannya. Heeeuu..-_-
From : Kak Vidi
To      : Via Novita
“Hay ade.. J lagi apa?”
Aku pun segera membalas sms itu. Jujur, ada rasa senang di hatiku, tapi gak tau kenapa, aku gak suka dengan caranya yang menyebutku dengan sebutan ade. Padahal dia kan bisa memanggilku dengan sebutan lain. Hmmm..tapi, walaupun begitu, aku cukup senang. (*^^*)
Semenjak itu, aku dan dia menjadi lebih dekat. Aku tak tahu apa yang aku rasakan. Yang penting, aku selalu merasa senang apabila mengobrol dengannya. Walaupun jarak memisahkan kita, entah mengapa aku selalu merasa  dekat dengannya. Rasanya, aku ingin segera lulus dari sekolah, agar bisa melanjutkan sekolah dan menjadi seorang penyanyi, yang tentunya, aku pasti akan satu sekolah dengannya. (‘O’) Aku berharap waktu cepat berputar.! Wish ε˘")ʃ
Sekarang waktunya latihan. Dan Pak Johan menyuruhku untuk menghubungi Kak Vidi, karena ia sangat dibutuhkan nanti dalam penampilan kami di acara pentas seni. Aku pun memberitahunya, dan ia bilang bahwa ia akan datang. AAARRGGHH..!! Rasanya aku ingin  waktu berputar lebih cepat! Dan sekarang, aku hanya bisa diam menunggu anggota yang lain datang. Tiba-tiba, aku melihat sesosok manusia *ya iyalah, emang loe pikir apa?* yang sepertinya aku kenal. Dia sangat terlihat keren, walau dengan motor vespa nya. *Kirain gue ninja! -_-* Aku pun segera menghampirinya, untuk memastikan bahwa itu Kak Vidi atau bukan. Setelah kudekati, ternyata.
“Eh..ternyata ada Kakak J
“Eh..ade. Iya nih, kakak telat ya? Maaf ya, tadi macet”
“Nggak kok, nggak telat, malah yang lain belum datang.”
“Oh..ya?  Ya udah, kita ke ruangan music yuk? Kakak ada urusan sama Pak Johan”
“Ayo!”
Kami pun pergi ke ruangan music menemui Pak Johan.Jujur, aku seperti terbang ke langit ke-7. Berjalan pun serasa melayang. :D Tenang Via, tenangg.! Tak lama kemudian, kami pun sampai di ruangan music . Disana, Pak Johan sedang memainkan biola. Sangat merdu dan sangat mellow.  Pak Johan pun menoleh kea rah kami dan menghentikan permainan biolanya.
“Ekheeem..!” , tiba-tiba saja dia berdehem. Aku jadi tidak enak nih.
“Datang sama siapa Vi?”, tanyanya dengan senyum yang genit. -_-
“Hmm..Bapak lihat aku sama siapa?”
“Ooh..Vidi Albino? Kalian memang serasi. Sesama pecinta music, kalian bisa saling support tentang karir masing-masing”
“Apaan sih Pak? Kita kan Cuma temen?”, aku mulai malu. Kulihat, Kak Vidi hanya tersenyum. Lebih tepatnya, senyam senyu sendiri. Kayak orang ke-ge-er-an aja deh!
“Oohh..Begitu. Maaf, Bapak telah salah sangka”
“Gapapa Pak, kami juga ngerti”, kata Kak Vidi.
Hmm.. ..Aku jadi terus memikirkan hal yang tadi dikatakan Pak Johan. Apa memang kami serasi? Kalau aku lihat, dari setiap pertemuan aku dengan Kak Vidi, dan dari sms-sms nya denganku, aku pikir ia juga menyukaiku. Aaah.. kok jadi ge-er sendiri ya? Ah, daripada memikirkan hal itu, lebih baik aku duduk untuk menunggu anak-anak lainnya. Setelah semua datang, kami pun mulai berlatih dnegan menyanyikan lagu “Kabogoh Jauh”. Lagu itu selalu menjadi lagu andalan kami, baik dalam pensi atau lomba. Selain itu, lagu tersebut juga mewakili keadaanku  yang berjauhan dengannya. Ia sekolah di Kota Paris, dan aku di kota Sydney.
Selama latihan, aku hanya memperhatikan kak Vidi yang sedang memainkan senar gitarnya untuk mengiringi kami. Ketika aku memperhatikannya, tiba-tiba ia menoleh ke arahku. Aku jadi salah tingkah deh. :I Tapi ia segera tersenyum kepadaku. Dan jujur, itu kedua kalinya ia membuatku terbang ke langit ke tujuh. Aaaaa..SENANGNYAAAA..!!
Latihan pun selesai. Ketika aku hendak pulang, dia tiba-tiba menghampiriku.
“De, rumah kamu dimana?”
“Di Jalan Brisbane, kak. Emang kenapa?”
“Oh, kalu gitu deket dong. Kakak kan rumahnya di Jalan Adelaide, jadi kakak bisa nganterin kamu pulang”
“Hmm..gimana ya? Lebih baik, aku bareng sama Rika aja deh, dia kasihan tuh gak ada temen pulang”
“Oh..ya udah, hati-hati di jalan yah!”
“Iya kak, pasti!
J
Dia pun pergi meninggalkanku yang masih heran dengan permintaanya tadi. Padahal, dalam hati, aku sangat ingin pulang dengannya. Ah, tapi aku tidak berani mengatakannya tadi. L Sepertinya, dia sangat kecewa dengan penolakanku. Tapi, itu cara terbaik yang harus kulakukan. Mengingat, temanku Devi juga pernah menyukainya. Devi adalah salah satu temanku di group vocal ini. Ia pernah bercerita padaku bahwa ia menyukai Kak Vidi. Waktu itu, aku juga sempat menyampaikan perasaan Devi pada Kak Vidi, namun menurutnya, Devi bukanlah tipe wanita yang selama ini ia cari. Ah..aku senang sekali, itu artinya masih ada kesempatan untukku. Thank’s God! J
Waktu terus berlalu, namun aku masih bersama perasaanku. Ia belum mau pergi dari hatiku. Padahal, aku merasa lelah dengan semua ini. Aku ingin kepastian dari kak Vidi. Apakah ia benar menyukaiku atau tidak? Karena kalau dari tipe wanita yang diinginkannya, aku sudah memenuhi semua kriterianya. Tapi mengapa ia masih belum berterus terang padaku? Entahlah, mungkin dia malu, padahal sebenarnya ia selalu malu-maluin. :D Walaupun di satu sisi aku lelah dengan penantian ini, tapi aku masih akan terus menantinya. Bersama sepenggal rasa yang masih betah menghuni hatiku. L Saat itu pun, aku bernyanyi dalam hati, dengan harapan, ia akan mendengar nyanyian hatiku ini. 
Oceans apart day after day and I slowly go insane
I hear your voice on the line but it doesn’t stop the pain
If I see you next to never how can we say forever
* Wherever you go whatever you do
I will be right here waiting for you
Whatever it takes or how my heart breaks
I will be right here waiting for you
sumber www.rizkyonline.com
I took for granted, all the times that I though would last somehow
I hear the laughter, I taste the tears but I can’t get near you now
Oh, can’t you see it baby you’ve got me goin’ crazy
[Repeat *]
I wonder how we can survive this romance
But in the end if I’m with you I’ll take the chance
Oh, can’t you see it baby you’ve got me goin’ crazy
[Repeat *]

Tidak ada komentar:

Posting Komentar